Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan

02 Juni 2009

Budaya Baca Rendah, Bupati Luncurkan Motor Pintar

Di era globalisasi dan arus informasi yang semakin deras, informasi merupakan kebutuhan manusia yang tidak terelakkan. Bahkan, kebutuhan akan informasi bisa disejajarkan dengan 9 kebutuhan pokok lainnya atau telah menjadi keputuhan pokok yang kesepuluh. Demikian dikatakan Bupati Jepara, Hendro Martojo pada Upacara Bendera Senin Pertama sekaligus peluncuran tiga buah Motor Pintar di halaman Kantor Bupati, senin (1/6)

Motor Pintar adalah motor roda tiga yang didesain sebagai perpustakaan keliling. Selain mampu menampung sekitar 1.500 buku, motor ini juga dilengkapi fasilitas multimedia berupa dua buah laptop, APE, dan DVD Player. Fasilitas ini juga mampu mengakses internet jika tempat “mangkal” motor ini sudah ada layanan hotspot. Pelayanan Motor Pintar ini akan menjangkau tempat-tempat strategis di wilayah Kota Jepara, seperti puskesmas, rumah sakit, pasar, terminal, dan beberapa tempat publik lainnya. Setiap unit motor pintar berharga Rp 40 juta.

Hendro Martojo mengatakan bahwa minat baca masyarakat Jepara masih sangat rendah. “Jika masyarakat negara-negara maju setiap hari mampu membaca setengah buku, masyarakat kita mungkin baru seperempat halaman. Rendahnya budaya baca membuat ilmu dan pengetahuan yang diserap masyarakat juga rendah. Padahal di tengah persaingan antardaerah dan antarnegara yang semakin kompetitif, kita membutuhkan keunggulan-keunggulan komparatif dan kompetitif agar mampu menghadapi persaingan tersebut”, tandas bupati.

Menurut Bupati, peluncuran Motor Pintar merupakan bagian dari strategi pengembangan SDM masyarakat Jepara. Sebagaimana diketahui, selain Motor Pintar Perpustakaan Daerah juga memiliki 3 unit mobil perpustakaan keliling yang melayani seluruh wilayah Jepara, 2 buah taman baca, yaitu di Jl. Diponegoro (sebelah alun-alun Jepara) dan lokasi wisata Pantai Kartini. Selain itu, juga telah dikembangkan layanan hotspot di 14 kecamatan, perpustakaan daerah, alun-alun Jepara, pendopo kabupaten, stadion Gelora Bumi Kartini, RSUD RA Kartini dan beberapa tempat lainnya. Ke depan pemerintah kabupaten juga akan menambah dua taman baca, yaitu di Perumahan Bukit Asri dan KMP Muria.

PNS Harus Netral

Sementara itu, menyongsong pelaksanaan Pemilu Presiden 8 Juli mendatang, Bupati Jepara dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan tim kampanye ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden. Pertemuan dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan meneguhkan komitmen untuk menjaga kondusifitas, keamanan, dan ketertiban Jepara baik sebelum, saat melaksanaan maupun pascapemilu. Dengan pertemuan itu ia berharap tidak ada friksi-friksi antar partai politik pendukung maupun konstituen seperti pelaksanaan pemilu legislatif 9 April lalu.

Ia juga mewanti-wanti agar seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Jepara bersikap netral. Sebab, menurutnya hanya dengan netralitas tersebut, pelayanan pemerintah kepada masyarakat dapat berjalan optimal. (Wahyanto)

KPU Jepara Siapkan 2.063 TPS

Pilpres 2009

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara memastikan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang akan digunakan dalam pilpres 2009 mengalami penurunan. Di Kabupaten Jepara, penurunan jumlah TPS tersebut mencapai 440 buah dibanding saat pemilu legislatif 9 April yang lalu.
Kepastian turunnya jumlah TPS di Jepara disampaikan langsung oleh Ketua KPU Jepara Muslim Aisha. Menurutnya, dalam pemungutan suara pilpres 8 Juli 2009 mendatang, pihaknya hanya menyiapkan 2.063 TPS. "(Jumlah TPS) Turun 440 buah dari pemilu legislatif yang berjumlah 2.503 unit. Seluruh pemilih di Jepara akan menggunakan hak pilihnya di TPS-TPS tersebut, termasuk 180 pemilih di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Jepara," kata Muslim. Mereka akan menggunakan hak pilihnya di TPS khusu yang ditempatkan di rumah tahanan tersebut.
"Seluruh TPS akan kami tempatkan terutama dengan mempertimbangkan kemudahan akses pemilih untuk menjangkau TPS," lanjutnya.
Menurunnya jumlah TPS terjadi karena Daftar Pemilih Tetap (DPT) di setiap TPS akan ditambah. Jika pada pemilu legislatif jumlah DPT per TPS maksimal 350 pemilih, maka pada pilpres mendatang naik menjadi maksimal 500 pemilih per TPS. Berdasarkan Pasal 113 ayat (1) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, pemilih untuk setiap TPS berjumlah maksimal 800 pemilih. KPU Jepara menetepkan akan maksimal 500 pemilih, selain agar tak bertentangan dengan regulasi di atas, juga disesuaikan dengan kesepakatan di Jawa Tengah.
Di Jepara, pilpres 2009 akan diikuti oleh 813.802 pemilih. Jumlah ini didasarkan pada penetapan akhir DPT pada 24 Mei 2009 yang telah diperbaiki sampai 29 Mei 2009. Saat penetapan tanggal 24 Mei 2009 DPT sebenarnya berada pada angka 813.696. Dengan demikian terpadat 106 nama tambahan yang masuk selama perpanjangan perbaikan DPT. Perpanjangan masa perbaikan DPT dilakukan sesuai dengan Edaran KPU Nomor 918/kpu/V/2009, tanggal 20 Mei.Sedangkan DPT Jepara pada pemilu legislatif yang lalu adalah 808.800 pemilih.